Posts

latest post

Before I Fall

Musim gugur, Canada 1979 Aku sangat muak dengan tumpukan-tumpukan daun kering yang berserakan di sekelilingku. Bisa kalian bayangkan betapa ironisnya, dibalik warna hangat yang menenangkan mata, justru musim gugur selalu dingin, menandakan musim bersalju akan segera datang. Betapa sialnya aku, karena harus menyingkirkan dedaunan ini dari jalanan sebagai hukuman atas ‘ kesopanan ’ yang kulakukan di sekolah. Kau tahu? Hanya masalah sepele. Mrs. Lynn yang duluan mengomentari buruknya wajahku karena jerawat yang mulai bermunculan satu persatu menjadi seribu—dengan nada mengejek tentunya. Sangat menyebalkan sampai-sampai aku yakin muncul tanduk dari atas kepalaku. Tentu saja hal ini tidak bisa kuterima begitu saja. Kubilang padanya kalau lebih baik memiliki wajah alami sepertiku daripada memiliki wajah hasil operasi yang hasilnya seperti blobfish . Dan, inilah yang terjadi sekarang. Aku hampir menyelesaikan hukuman—yang sebenarnya tidak mau kuanggap hukuman juga sih—sampai seorang gadis den...

Serenade

  Jeruji besi, rumah saya, Malang, 1990. Catatan ini sebenar-benarnya pencemoohan bagi lelaki pengecut yang enggan bersambut dengan keagungan rasa, teringin mencinta apa yang seharusnya dicinta, Saya. Tergulung segerombolan rahsa tak elak menjatuhkan saya jadi macam begini. Saya rela mati bila dipertemukan kembali dengan netra yang masuk terlalu dalam, mencekik kewarasan saya hingga terbui tanpa kendali.  Pula hati ini kerap terheran-heran — bagaimana Tuhan dengan luar biasa menghembuskan ikatan di antara ciptaan-Nya. Manusia hanya seonggok daging bernyawa yang perlu mengendus jalan untuk tetap menemukan setapak yang akan menuntun jauh, entah diterima atau justru berbalik arah. Dengan sembrono kami — manusia, terseok namun juga angkuh untuk patuh.  Catatan ini ditulis saat saya berhasil menebus dosa saya. Menghardik rasa yang turut dibawa pergi oleh ia yang mati. Sukma dengan keanggunan mutlak bergelut bersama persakitannya tanpa pernah tersentuh oleh saya. Dia terisak t...

Satu Langkah

  Hari itu, matahari bersinar terang di langit biru. Angin sepoi-sepoi menyapu lembut, membawa aroma bunga-bunga liar yang sedang bermekaran. Di taman kecil yang terletak di tengah-tengah kompleks perumahan, seorang anak laki-laki bernama Rama duduk di bangku kayu yang nyaman. Rama adalah anak yang istimewa. Dia memiliki senyum yang tulus dan keceriaan yang menular. Rama duduk di sana, menatap langit dengan penuh kekaguman. Tangannya yang kecil memegang selembar kertas dan pensil warna-warni. Dia sedang menggambar, kegiatan yang sangat dia sukai. Setiap goresan pensilnya menandakan kebahagiaan yang ada di dalam hatinya. Tiba-tiba, seorang gadis kecil bernama Maya mendekatinya. Maya adalah tetangga Rama yang selalu mengunjunginya setiap hari. Maya sangat menyayangi Rama, dan mereka berdua telah menjadi teman yang tak terpisahkan. "Rama, apa yang kamu gambar?" tanya Maya dengan wajah penuh keingintahuan Rama tersenyum lebar sambil menunjukkan gambar yang belum selesai. "In...

CATCALLING

  Haloo semuaa Gimana kabarnyaa? Semoga waktu baca blog ini kalian dalam keadaan sehat yaa Okee disini aku mau membahas mengenai catcalling. Sebenernya apa sih catcalling itu? Udah pada tau belum nih? Nah, jadi catcalling itu dapat disebut sebagai pelecehan karena tindakan catcalling dilakukan ketika pelaku mengomentari korban dengan kata-kata negatif yang berbau seksual di area publik. Pelaku catcalling akan bertindak dengan melontarkan kata-kata tidak senonoh kepada korban. Hal ini tentu saja membuat korban merasa tidak nyaman dan bahkan merasa terancam.  Berdasarkan survei American Seal, sebagian besar korban catcalling adalah perempuan yaitu sebanyak 71% perempuan pernah mengalami catcalling, sedangkan 53% diantaranya mendapatkan pelecehan secara fisik. Namun, tidak jarang juga korban catcalling adalah laki-laki walaupun yang paling umum adalah perempuan. Istilah catcalling menjadi perbincangan karena banyak korban yang merasa bahwa tindakan pelaku atau catcaller merupaka...

Normalize Mental Health

Image
  Pada zaman modern ini, ternyata masyarakat Indonesia masih memiliki stigma buruk yang beredar mengenai kesehatan mental. Anna Juwita Puspita Sari, M.Psi Psikolog menyatakan bahwa masih terdapat stigma negatif terhadap orang yang mengalami gangguan kesehatan mental (dalam Kuliah Online : Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental pada Jumat (17/03)). Dalam data WHO juga menjelaskan bahwa masyarakat dengan gangguan kesehatan mental masih sering dipertemukan dengan diskriminasi, pelanggaran HAM, dan stigma negatif (World Health Organization / 2023).   Orang – orang di sekitar penulis pernah bercerita akan bagaimana mereka terkena diskriminasi hanya karena memerlukan bantuan psikologis.  Penulis pun pernah menyaksikan sendiri bagaimana kejadian ini terjadi di dunia nyata. Tentunya hal ini merupakan masalah yang sangat besar sebab kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Untuk menjalankan hidup sehat dan normal, kita perlu menjaga kesehatan mental maupun fisik. Ta...