Get to Know More About Psychoworld

Hello there!! 

Apa kabarnya? Semoga baik-baik aja ya!!

Hm...karena kamu klik postingan ini, pasti kamu mau tau kan sebenernya Psychoworld tuh apa sih? Terus kalau join jadi anggota Psychoworld bakal ngapain aja? 👀

Okay, kalau gitu simak penjelasan di bawah sampe habis ya, biar kamu bisa kenalan lebih jauh sama Psychoworld 😚



Let's get started!

Psychoworld adalah salah satu UAMFA di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang yang bergerak dalam bidang jurnalisme. Nah, kalau denger kata jurnalisme or jurnalistik, apa sih yang kita pikirin? Kegiatan yang menyiarkan berita? Penulisan naskah? Penyuntingan isi konten? Publishing melalui media? Yup, itu semua bener kok. So, kegiatan seputar itulah yang dilakukan oleh anggota Psychoworld. 

Terus, media yang dipakai sama Psychoworld tuh apa?

Teman-teman pasti tau mading atau majalah dinding kan? Biasanya kalau jaman sekolah tuh mantengin mading asik banget ga sih buat bacain informasi yang ditampilkan. Apalagi bacain bagian salam-salamnya, mana tau ada yang confess ke kita 😜 Psychoworld juga punya loh! Mading bisa dibilang salah satu bentuk kegiatan jurnalistik yang sederhana yang kita punya, tapi justru merupakan media utama andalan Psychoworld yang paling mengasyikkan karena dibuatnya barengan hehe...

Sama seperti mading pada umumnya, mading Psychworld nampilin berbagai informasi atau isu berdasarkan tema-tema yang kita tentukan tiap bulannya. Cuma emang berita yang kita tampilkan di mading tuh bukan sembarangan berita, tetapi sesuai dengan nama "Psychoworld" alias masih berkaitan sama psikologi. Mading Psychoworld pastinya juga berfungsi sebagai media komunikasi dengan warga FPSi UM terutama untuk yang hobi mampir ke mading. Makanya, Psychoworld punya rubrik "Kite: Write to Release" yang gunanya untuk menitipkan pesan kepada seseorang di FPSi UM melalui mading dan juga "Kata Mereka" yang isinya pendapat warga FPSi tentang isu yang dibahas pada bulan tersebut loh! But, karena salah satu peran mading Psychoworld adalah sebagai sarana informasi seputar psikologi, tentu saja informasi yang kita sampaikan dikemas dengan cara yang menarik agar pengunjungnya ngga cuma fokus ke KITE dan Kata Mereka aja, tetapi juga isi konten utama kita yang ngga boleh dilewatkan. Terus, juga ada penampilan karya oleh teman-teman Psychoworld yang kreatif loh!




Nah, karena berkembangnya zaman yang makin maju, pastinya Psychoworld juga pake media sosial sebagai wadah membagikan informasi biar up-to-date dan ngga kalah gaul, hehehe. Serius deh, Psychoworld tuh punya Instagram dan Twitter juga. Tetapiii, memang lebih aktif di Instagram karena interaksi terbesar sama fans Psychoworld tuh emang di platform tersebut. Isinya kurang lebih sama kok kaya mading. Ada penerbitan bulanan yang isinya infografis seputar psikologi atau pengetahuan umum, KITE, Kata Mereka, dan publishing karya-karya keren dari anggota Psychoworld. Tentu saja karena Psychoworld merupakan unit yang berkaitan erat dengan dunia literasi, tiap konten yang di-publish dapat dipastikan kredibilitas dan orisinalitasnya agar tujuan utama Psychoworld untuk memberikan pengetahuan dan hiburan kepada orang banyak dapat tercapai dengan baik. 

Melalui platform instagram pula, Psychoworld menyajikan program #CeritaHariIni tiap hari Sabtu dan Minggu melalui instastory sebagai wadah yang menampung cerita, pengalaman, atau curhatan dari mahasiswa FPSi UM. Manfaat #CeritaHariIni atau yang biasa kita sebut dengan CHI ini adalah untuk mengasah kemampuan menulis mahasiswa. CHI ini bisa dikirimkan melalui DM Instagram atau melalui link bit.ly/KirimCeritaMu jika ingin identitasnya ngga diketahui. 

Sebenernya, side effect yang positif dari ikutan CHI itu salah satunya juga adanya perasaan didengar dan direspons loh, karena semua cerita yang masuk pasti akan dibahas sepenuh hati oleh admin yang bertugas. Ngga jarang, sebagian dari kita ngga punya seseorang untuk bercerita atau berkeluh kesah. Bahkan ngerasa malu or takut dapet judgment kalau lawan bicara kita ternyata kurang memahami kita. Oleh karena itu, Psychoworld hadir untuk mengatasi problem tersebut melalui #CeritaHariIni. 

Terus selain itu, di Psychoworld ada kegiatan lain ngga?

Eits, ada dong! Psychoworld punya kegiatan tahunan seperti webinar kepenulisan dan juga E-Zine. Tentunya karena Psychoworld bergerak di bidang literasi, webinar yang diselenggarain sama Psychoworld pun berkaitan dengan dunia literasi yang juga berhubungan dengan psikologi. Contohnya gimana tuh? Nah, kaya di tahun 2021 kemarin Psychoworld ngelaksanain webinar dengan tema expressive writing dan di tahun 2022 yang barusan saja diselenggarain, webinar Psychoworld angkat tema tentang narrative transportation. Mungkin tema-tema tersebut masih kedengeran asing terutama bagi orang awam ya. Tetapiiii, justru karena itulah Psychoworld menyelenggarakan tema-tema di atas selain karena temanya yang anti-mainstream, juga agar lebih banyak yang bisa aware sama tema-tema yang biasanya kita angkat dari isu tertentu karena sebenernya hal itu penting banget untuk dipelajari.


Kalau program E-zine sendiri adalah program yang dilaksanakan dengan cara menerbitkan karya-karya berupa puisi, cerpen, dan lain sebagainya yang diperoleh dari mahasiswa psikologi Universitas Negeri Malang dalam bentuk electronic magazine. Bagi mereka yang karyanya diterbitkan oleh Psychoworld nantinya akan mendapat hadiah sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang dikirimkan. E-zine ini biasanya dilaksanakan di setiap penghujung tahun loh, gengs. So, nanti jangan lupa ikutan kirim karya terbaik kamu ya!!




Nah, kira-kira itulah yang anggota Psychoworld lakukan selama menjadi anggota aktif di unit ini. Semoga penjelasan di atas cukup untuk menjawab rasa penasaran kamu tentang Psychoworld, ya! 

Sayangnya, pertemuan kita harus berakhir di sini. Hiks 😢 But, tenang ajaaa. Next time, kamu bakal ketemu lebih banyak warna lain dari Psychoworld melalui postingan lainnya. Stay tuned ya, gengs!

Thank u! Have a wonderful day 💖

Comments

Popular

#ranthings: When Things Don't Go As Planned

Yup, I Deserve Better: Pointing Out The Great Resignation

Normalize Mental Health