Ahahah How Cliché, Darling
“Bro, I ain’t no raging flames. I’m a delicate flower.” Dia terdiam sejenak, kemudian tertawa di depan mukaku. Susah sekali dimengerti sepertinya bahwa aku ingin mendengar pujian lembut, diberi kode-kode implisit, atau melihat buket ketika dia bilang ‘ayo keluar makan.’ “Ahahah, sorry. How cliché, darling. I didn’t know you like mediocre things like those girls .” ‘Those girls?’ Percakapan malam itu berhenti di sana karena aku tidak suka konfrontasi atau mungkin memang butuh tenaga ekstra untuk mengungkapkan keinginanku. Ah tidak. Koreksi. Aku yang sebenarnya. Dia selama ini hanya tau aku yang meledak-ledak yang ditanggapinya juga seperti itu. ‘ Fight fire with fire ’ katanya. Tapi aku lebih suka dimanja… Long story short , ketika besok tiba, aku terkejut. Senin, tipikal yang membuatku membuka pintu depan dengan kesal dan terburu keluar. Namun aku tersandung sesuatu dan menimbulkan suara gemerisik yang cukup gaduh. Aku menoleh sekilas dan wow. I levitated . Ada buket tipis yang diisi b...