REVISI UNTUK TUHAN: TENTANG MALANG
Saya salah satu makhluk di semesta ini yang diciptakan oleh tangan Tuhan, tentu saja. Entah kapan hasrat-Nya muncul untuk menciptakan saya, yang jelas saya tiba-tiba menjadi bagian penghuni Bumi semenjak belasan tahun lalu. Kali ini saya ingin mengajukan demonstrasi, revisi, kepada Tuhan. Tentang Malang. Menghasut kalian? Oh, tentu tidak. Tidak perlu. Saya juga takut dosa, pemirsah. “Astaga, lalu kau bernyali besar mengajukan revisi kepada-Nya? Mana ucapan kau yang takut dosa?” Yap, sebelum itu mari bersyukur sejenak kepada Tuhan karena sudah menciptakan saya, juga menciptakan Malang. “Lalu kami, para audiens? Kau tidak mengucapkan rasa syukurnya sekalian karena telah menciptakan kami?” Yaa, silahkan bersyukur sendiri. (  ̄ ω  ̄ ) Baik, akan saya lanjutkan demonstrasi ini. Tahun ini saya melihat berbagai sudut kota Malang, demi apa pun, sungguh indah. Pasir putih terhampar di sepanjang dataran pantainya. Oh, dataran hijau juga tentu ada. Seolah tanah, air, dan udara di Malang ini bekerja...